by

Memahami Pengertian Investasi Reksa Dana

bisnis

Investasi reksa dana diartikan sebagai suatu pengelolaan kumpulan dana atau modal oleh manajer investasi yang bersumber dari beberapa investor dan diinvestasikan dalam berbagai bentuk portofolio investasi seperti pasar uang, obligasi, saham, dan yang lainnya. Pengertian reksa dana memiliki beberapa unsur pokok yaitu: kumpulan dana atau modal dari sekumpulan investor, pengelolaan oleh manajer investasi, berbentuk portofolio investasi.

Teknik Dalam Investasi Reksa Dana

Dalam reksa dana, dana atau modal dikelola oleh manajemen investasi dengan menempatkan pada surat-surat berharga dan mewujudkan laba maupun rugi dan penerimaan bunga atau dividen dalam pembukuan “Nilai Aktiva Bersih” yang dimiliki reksa dana tersebut. Manajer investasi mengelola kekayaan reksadana dan diharuskan untuk menyimpan pada bank kustodian yang tidak terikat dengan manajer investasi. Bank kustodian di sini bertindak selaku administrator dan tempat penitipan bersama atau kolektif.

Bentuk hukum reksa dana di Indonesia berdasarkan UU No. 8 Tahun 1995 ada 2 yaitu Reksa Dana Perseroan Terbatas atau PT Reksa Dana dan Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif atau KIK. Sedangkan menurut karakteristiknya investasi reksa dana dibagi menjadi reksa dana terbuka dan reksa dana tertutup. Menurut jenisnya reksa dana dapat dibedakan menjadi fixed income fund (tetap), reksadana pasar uang, reksadana index, equity fund (saham), dan balanced fund (campuran).

Reksa dana menjadi salah satu alternatif investasi yang menarik karena memiliki kelebihan diantaranya dijalankan oleh kalangan professional, portofolio yang memiliki penyebaran atau diversifikasi, adanya keterbukaan informasi, memiliki sifat likuiditas yang tinggi, dijalankan secara professional sehingga mengurangi biaya transaksi jika dibandingkan investor secara individual menjalankan transaksi sendiri pada bursa.Selain memiliki kelebihan, suatu investasi pasti mempunyai risiko yang dapat terjadi.

Reksa dana sendiri tentunya memiliki beberapa risiko seperti misalnya penurunan “Nilai Aktiva Bersih”, risiko likuiditas, risiko pasar dan risiko default.

Pada tahun 2014 reksa dana online mulai banyak digunakan. Tatap muka harus dilakukan ketika pertama kali membuka rekening, namun sesudahnya transaksi bisa secara online. Investasi reksa dana secara online relative lebih aman dari internet banking.

 

Related posts:

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.